phone 085875655992

email [email protected]

Pilar Hidup Bahagia

TIGA PILAR KEBAHAGIAAN HIDUP

 

            Syaikh Abdullah At Tamimi di kitabnya Al Qowaidul Arba’ mengatakan :

Dan semoga allah menjadikan engkau orang yang ketika diberi bersyukur dan ketika diuji bersabar, dan ketika melakukan dosa beristighfar. Karena sesungguhnya tiga perkara ini merupakan Lambang Kebahagiaan seorang hamba.”

Tiga perkara tersebut selalu berputar-putar dalam kehidupan manusia,  ada kalanya manusia mendapatkan nikmat, dicabutnya nikmat atau adanya musibah yang menimpa serta melakukan dosa atau kemaksiatan (sebagai manusia yang lemah).

 

  1. Mensyukuri Nikmat

             Ketika Allah SWT memberikan nikmat yang tak ternilai jumlahnya, sudah sepantasnya sebagai seorang hamba harus bersyukur kepadaNya. Namun amat sedikit,  manusia dapat bersyukur dengan cara yang benar.

Ibnul Qoyim di kitab Madarijus Salikin, “ Syukur terbangun dalam 5 Pondasi : Ketundukan kepada pemberi nikmat, mencintaiNya, mengakui nikmatNya,  memuji Nya, dan tidak menggunakan nikmat kecuali yang diridloiNya.

Syaikh Al Utsaimin di kitab Qaulul Mufid, syukur dapat diwujudkan dalam tiga bentuk yaitu  hati, lisan dan perbuatan”

Bahkan Allah SWT menjanjikan bahwa orang yang pandai bersyukur akan Allah tambahkan nikamat tersebut kepadanya. Sebaliknya jika mengingkar nikmat Nya, maka Allah akan memberikan adzabnya yang pedih.

Allah SWT Berfirman : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)

 “6. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad? 7.  (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai Bangunan-bangunan yang tinggi[1573], 8.  Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain, 9.  Dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah, 10.  Dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak), 11.  Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri, 12.  Lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,   13.  Karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab, (QS Fajr : 6 -13)

 

  1. Sabar Menghadapi Ujian

 

Telah menjadi kepastian Allah SWT bahwasanya manusia akan selalu mendapatkan ujian dalam kehidupannya, yang dengannya Allah bermaksud membedakan antara orang yang benar dan orang yang berdusta keimanannya

Semakin tinggi kualitas keimanan seseorang semakin tinggi pula ujian yang ia dapatkan. Sehingga orang yang sabar menghadapi ujian Allah maka sesungguhnya ia adalah orang yang berbagia.

Allah SWT Berfirman :

  Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi[980]; Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (QS Al Hajj : 11)

 “Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka dia akan berkata: "Tuhanku Telah memuliakanku". Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku" ( QS Al Fajr : 15-16)

 

  1. Istighfar

 

Manusia adalah makhluk yang lemah, karenanya ia melakukan dosa, maka Allah SWT memerintahkan hambanya untuk beristighfar, memohon ampunan dan bertaubat.

Allah SWT berfirman : "Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya dia adalah Maha Penerima taubat. ( QS An Nashr : 3)

 Rasulullah J bersabda : “Demi Allah, sesungguhnya aku memohon ampun kepada allah dan bertaubat kepada Nya sehari lebih dari 70 kali (HR. Bukhari)

 Rasulullah J bersabda : “ Sesungguhnya hamba apabila berbuat kesalahan maka akan terpatri noda hitam di hatinya, jika ia sadar meminta ampunan dan bertaubat maka hatinya kembali cemerlang. Namun jika ia kembali berbuat dosa, maka noda hitam itu akan bertambah sehingga memenuhi hatinya. (HR. Tirmidzi : 3334)