BERBAKTI KEPADA ORANGTUA
(Birrul Walidain)
| K |
Allah SWT berfirman :
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua(QS. An Nisa’ : 36)
Dan kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan. (QS. Al ‘Ankabut : 8)
Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.. (QS. Al Isra’ : 23)
Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman : 14)
Allah SWT telah memerintahkan hambanya untuk selalu beribadah kepada Nya semata, tidak menyekutukan Nya. Kemudian Allah SWT memerintahkan hamba Nya agar berbuat baik kepada orangtua baik dalam ucapan maupun perbuatan. Dia melarang untuk berkata-kata buruk dan tidak terpuji. Tetapi hendaklah berkata dab berbuat penuh dengan kelembutan, penghormatan, pengagungan dan tawadhu. Hal ni karena mereka telah lebih dulu berbuat demikian kepada kita sejak masih kecil, tertahan tidur untuk menjaga kita dan menahan lapar dan haus hingga kita kenyang.
Allah SWT sering menyandingkan antara peribadatan dan pengesaan terhadap Nya dengan berbuat baik kepada kedua orangtua, hal ini disebabkan karena :
- Allah SWT adalah Maha Pencipta dan Maha Pemberi Rizki, sehingga hanya Dia yang berhak untuk diibadahi, sedangkan orangtua menjadi sarana keberadaan kita di dunia ini sehingga berhak mendapat kebaikan.
- Allah SWT adalah Pemberi Kenikmatan dan Anugrah kepada hamba Nya dengan kenikmatan yang melimpah serta kebaikan yang tak terhingga, sehingga Dia berhak mendapat ungkapan rasa syukur. Sedangkan orangtua telah berusaha memenuhi kebutuhan kita, sehingga berhak mendapatkan ucapan terima kasih.
- Allah SWT adalah Rabb seluruh manusia yang telah mendidik manusia dengan syariat Nya, sehingga Dia berhak mendapat pengagungan dan kecintaan. Demikian pula orangtua telah mendidik kita sejak dari kecil, sehingga orangtua berhak mendapatkan sikap tawadhu’, penghormatan, sikap santun dan lemah lembut.
Dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata :
“ Saya pernah bertanya kepada Nabi J, ‘Amalan apa yang paling dicintai oleh Allah? Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.” Saya bertanya lagi, “Kemudian apa ?” Beliau menjawab, “ Berbuat baik kepada orangtua”. Saya bertanya lagi, “Kemudian apa? Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah RA dia berkata bahwa Nabi J pernah bersabda :
“ Celaka ! Celaka ! benar benar celaka !. Ada yang bertanya, Siapa , Wahai Rasulullah ? Beliau menjawab ,” Orang yang mendapati salah satu atau kedua orangtuanya sampai usia lanjut, tetapi dia tidak bias masuk surga (karena sikapnya kepada kedua orangtuanya).” (HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi J bersabda,
“Baru dikatakan membalas kebaikan bapaknya, seseorang yang mendapati bapaknya menjadi budak, lalu dia beli dan dibebaskan.” (HR. Muslim, Abu Dawud)
Ada beberapa sikap yang harus diperhatikan oleh setiap anak muslim kepada kedua orangtuanya :
- Tidak memanggil kedua orangtuanya dengan nama aslinya, tetapi memanggil dengan nama panggilan yang mereka sukai.
- Tidak mendahului mereka ketika hendak duduk.
- Tidak berjalan mendahului mereka.
- Ramah dan murah senyum kepada mereka.
- Mau menasehati mereka dengan cara yang baik, tetap berlaku baik kepada mereka meskipun tidak menerima nasehatmu.
- Memenuhi panggilan mereka dengan sikap tulus dan lemah lembut.
- Berbicara kepada mereka dengan nada yang lembut.
- Memberi mereka makan dan pakaian ketika mereka membutuhkan.
- Melayani mereka ketika mereka membutuhkan.
- Menuruti semua kemauannya selagi dalam hal-hal yang baik.
- Tidak mendahului mereka ketika makan atau minum.
- Berdoa agar Allah memberikan ampunan dan rahmat kepada mereka.
- Tidak mencari-cari kesalahan mereka dan menasehati mereka dengan cara lemah lembut ketika mendapati mereka bersalah.
- Menghormati dan memuliakan mereka.
- Tidak sombong dan merasa lebih baik dari mereka.
- Berbuat sesuatu yang membuat mereka senang dan bergembira.
- Bergaullah dengan mereka secara baik dan mohonlah kepada mereka untuk mendoakan kita.